who am i?
siapa saya sebenarnya. menurut pengakuan dan panggilan org, saya adalah juwandi.
karena dengan nama itulah saya dipanggil.
how do i look like?
orang melihat saya sebagai cowq yang ga gendut2 amat, tinggi ya ga tinggi2 amat, jelek ya ga jelek2 amat...semua serba setengah2..kecuali kata cakep x ya, itu mutlak bukan saya...^^a
next question....
who Juwandi really is?
sampai sekarang, saya belum bisa menjawab pertanyaan itu.
Seorang Juwandi di mata A, B, C, dan seterusnya adalah berbeda..tidak semua org mengenal saya seutuhnya.
Dapat di-andaikan kalo A,B,dan C adalah orang buta, dan mreka di suruh memegang seekor gajah.
A mengatakan, gajah adalah binatang yang panjang dan bulat...karena dia memegang belalai gajah
B mengatakan, gajah adalah binatang yang tipis, lebar, dan cukup lentur...karena dia memegang telinga gajah
C mengatakan, gajah adalah binatang yang tipis dan sangat kurus...karena dia memegang ekor gajah
siapa dari mereka yang salah? kita tidak bisa mengatakan mereka salah, karena itulah yang mereka rasakan
demikian juga penilaian dari orang lain ke diri kita. semua akan mengatakan hal yang berbeda tentang diri kita.
sekarang, apakah identitas itu penting dalam diri kita? mungkin kita lebih baik berpikir dengan situasi yang memberikan suatu status pada saat itu.
sebagai seorang anak, sebagai teman, sebagai saudara, sebagai orang tua, sebagai karyawan, sebagai atasan. apapun status itu, kita mendapatkan tanggung jawab yang berbeda.
mungkin kita bisa dibanggakan oleh orangtua di depan teman2nya, tapi kita tidak dapat membanggakan diri kita sendiri di depan teman2 kita sendiri.
mungkin kita jadi karyawan di hadapan bos kita, tapi kita menjadi atasan di hadapan bawahan kita.
bahkan bos kita sendiri adalah bawahan dari customer2 dia.
di kantor hanya jadi OB, sampai di Bank, dihormati dengan panggil "Bapak" ato "ibu"
jadi...apa identitas kita sekarang ini?
what i think is that, identitas bukanlah hal yang penting untuk mengetahui siapa diri kita yang sebenarnya. tapi, biarlah situasi yang memberi kita suatu identitas baru.
satu situasi baru, satu identitas baru, satu tugas baru, satu tanggungjawab baru
kita hanya cukup memerankan identitas kita dengan baik. tidak lah kita perlu untuk mengubah identitas kita yang hanya akan membuat kita merasa terbebani dan tidak nyaman
i am the way who i am...
nobody can change it...
tapi, mungkin catatan penting yang mesti diingat adalah..jangan lah merasa rendah pada saat mendapat identitas yang tidak diinginkan.
janganlah bersikap bosan dengan identitas pada situasi tersebut
saya jadi ingat waktu saya nonton acara TUKAR NASIB. waktu saya pertama kali nonton acara tersebut, disanalah saya tahu bahwa identitas tidak dapat diubah dalam hitungan jam maupun hari.
orang ekonomi tingkat menengah keatas di sruh hidup di kehidupan menengah kebawah, logika saja sudah tahu pasti itu sangat susah, karena mereka sudah lama hidup enak.
tapi, orang dari ekonomi tingkat menengah kebawah, yang selalu mendambakan enaknya jadi orang kaya, di sruh untuk hidup sebagai orang kaya,ternyata sangat susah untuk menjalankan kehidupan orang kaya, bahkan terlihat jauh lebih berat daripada org kaya disuruh hidup susah
Question: WHY?
kalau kita tersadar hal itu, memang cukup aneh..siapa coba yang ga mau hidup enak?
tapi, kenapa orang ekonomi tingkat menengah kebawah merasa hidup mereka bisa jauh lebih enak daripada hidup sebagai orang kaya?
siapa saya sebenarnya. menurut pengakuan dan panggilan org, saya adalah juwandi.
karena dengan nama itulah saya dipanggil.
how do i look like?
orang melihat saya sebagai cowq yang ga gendut2 amat, tinggi ya ga tinggi2 amat, jelek ya ga jelek2 amat...semua serba setengah2..kecuali kata cakep x ya, itu mutlak bukan saya...^^a
next question....
who Juwandi really is?
sampai sekarang, saya belum bisa menjawab pertanyaan itu.
Seorang Juwandi di mata A, B, C, dan seterusnya adalah berbeda..tidak semua org mengenal saya seutuhnya.
Dapat di-andaikan kalo A,B,dan C adalah orang buta, dan mreka di suruh memegang seekor gajah.
A mengatakan, gajah adalah binatang yang panjang dan bulat...karena dia memegang belalai gajah
B mengatakan, gajah adalah binatang yang tipis, lebar, dan cukup lentur...karena dia memegang telinga gajah
C mengatakan, gajah adalah binatang yang tipis dan sangat kurus...karena dia memegang ekor gajah
siapa dari mereka yang salah? kita tidak bisa mengatakan mereka salah, karena itulah yang mereka rasakan
demikian juga penilaian dari orang lain ke diri kita. semua akan mengatakan hal yang berbeda tentang diri kita.
sekarang, apakah identitas itu penting dalam diri kita? mungkin kita lebih baik berpikir dengan situasi yang memberikan suatu status pada saat itu.
sebagai seorang anak, sebagai teman, sebagai saudara, sebagai orang tua, sebagai karyawan, sebagai atasan. apapun status itu, kita mendapatkan tanggung jawab yang berbeda.
mungkin kita bisa dibanggakan oleh orangtua di depan teman2nya, tapi kita tidak dapat membanggakan diri kita sendiri di depan teman2 kita sendiri.
mungkin kita jadi karyawan di hadapan bos kita, tapi kita menjadi atasan di hadapan bawahan kita.
bahkan bos kita sendiri adalah bawahan dari customer2 dia.
di kantor hanya jadi OB, sampai di Bank, dihormati dengan panggil "Bapak" ato "ibu"
jadi...apa identitas kita sekarang ini?
what i think is that, identitas bukanlah hal yang penting untuk mengetahui siapa diri kita yang sebenarnya. tapi, biarlah situasi yang memberi kita suatu identitas baru.
satu situasi baru, satu identitas baru, satu tugas baru, satu tanggungjawab baru
kita hanya cukup memerankan identitas kita dengan baik. tidak lah kita perlu untuk mengubah identitas kita yang hanya akan membuat kita merasa terbebani dan tidak nyaman
i am the way who i am...
nobody can change it...
tapi, mungkin catatan penting yang mesti diingat adalah..jangan lah merasa rendah pada saat mendapat identitas yang tidak diinginkan.
janganlah bersikap bosan dengan identitas pada situasi tersebut
saya jadi ingat waktu saya nonton acara TUKAR NASIB. waktu saya pertama kali nonton acara tersebut, disanalah saya tahu bahwa identitas tidak dapat diubah dalam hitungan jam maupun hari.
orang ekonomi tingkat menengah keatas di sruh hidup di kehidupan menengah kebawah, logika saja sudah tahu pasti itu sangat susah, karena mereka sudah lama hidup enak.
tapi, orang dari ekonomi tingkat menengah kebawah, yang selalu mendambakan enaknya jadi orang kaya, di sruh untuk hidup sebagai orang kaya,ternyata sangat susah untuk menjalankan kehidupan orang kaya, bahkan terlihat jauh lebih berat daripada org kaya disuruh hidup susah
Question: WHY?
kalau kita tersadar hal itu, memang cukup aneh..siapa coba yang ga mau hidup enak?
tapi, kenapa orang ekonomi tingkat menengah kebawah merasa hidup mereka bisa jauh lebih enak daripada hidup sebagai orang kaya?
IDENTITY is not about what people think who you are,
but is about what situation makes what you are
----JN----

Tidak ada komentar:
Posting Komentar